Suhu panas meningkat - maka emosi pun cenderung juga meningkat. Suasana
yang memanas memang berpotensi besar menyebabkan munculnya kemarahan,
tapi panasnya cuaca juga bisa membawa suasana hati menjadi ikut panas.
Kemarahan yang muncul pada diri Anda saat suasana sedang memanas dapat
berakibat buruk pada hubungan Anda dengan teman, khususnya dengan
pasangan Anda.
Di sisi lain, perbedaan pendapat dengan orang yang Anda sayangi juga
tidak dapat dihindari, walaupun mungkin perbedaan pendapat itu muncul
justru karena Anda peduli terhadapnya. Kata-kata menyakitkan yang
terlanjur dilontarkan, tidak bisa ditarik kembali walaupun Anda sangat
menyesalinya. Jadi bacalah tips berikut ini yang akan membantu Anda
dalam mengontrol emosi ketika sedang terprovokasi atau sedang "panas"
1. Dengarkan apa kata orang lain
Apakah kritik yang Anda dapatkan dari orang yang Anda cintai benar-benar
membuat Anda marah? Cobalah untuk benar-benar mendengarkan apa yang
mereka beritahukan kepada Anda - mungkin itu untuk kebaikan Anda
sendiri. Setelah itu, mereka mungkin akan mencoba untuk memberitahu Anda
sesuatu yang mereka rasa penting.
Hadapi saja, kadang-kadang kata-kata yang mereka ucapkan memang
menyakiti Anda. Itu karena mereka tidak mengetahui cara yang baik untuk
memulai pembicaraan tentang topik yang sensitif. Selain itu, lihatlah
pesan di balik kata-kata yang dia ucapkan. Benar atau tidak yang dia
katakan? Jangan terburu-buru melakukan pembelaan diri dulu.
Pertimbangkan bagaimana cara Anda mengutarakan pendapat supaya pendapat
itu tidak disalahartikan, meskipun Anda merasa mengatakan sesuatu yang
benar.Tanggapilah apa yang orang lain katakan, bukan bagaimana cara ia
mengatakannya.
2. Pergi dan berpikirlah
Kadang-kadang sulit untuk benar-benar memahami apa yang orang lain
katakan, apalagi ketika Anda mulai bereaksi terhadap kata-kata yang dia
gunakan, atau ketika Anda melihat tanda-tanda kemarahan pada wajahnya.
Namun demikian, tetap beritahu pasangan bahwa Anda menghargai
kejujurannya. Selalu yakinkan dia bahwa Anda akan kembali membicarakan
hal-hal yang memunculkan perbedaan tersebut, namun tidak sekarang.
Kemudian tenangkanlah diri Anda sendiri dan cobalah untuk melihat
situasi se-obyektif mungkin. Dalam hal ini, Anda dan pasangan sama-sama
perlu menenangkan diri.
3. Bayangkan sesuatu yang indah
Pergi ke tempat yang menyenangkan adalah salah satu alternatif untuk
mengontrol emosi Anda. Jika Anda mendapat berita buruk atau jika Anda
sedang berjuang untuk menghadapi situasi eksplosif, mengingat atau
membayangkan sesuatu yang memberi Anda kedamaian atau kebahagiaan tentu
akan sangat membantu Anda untuk mengontrol emosi. Tarik napas
dalam-dalam. Bayangkan diri Anda terbebas dari suatu keadaan yang buruk
dan sedang ada pada situasi yang baik atau menyenangkan!
4. Temukan titik tengah
Temukan apa yang Anda dan pasangan inginkan ketika menghadapi suatu
masalah dan cobalah untuk saling mengerti satu sama lain. Saling memberi
dan menerima adalah hal yang sangat baik dalam suatu hubungan. Cobalah
untuk selalu mencari titik tengah atau win-win solution ketika Anda
menghadapi masalah dengan pasangan Anda.
5. Olahraga
Olahraga kompetitif seperti berlari, basket, renang, tenis, dan
sebagainya dapat membantu mengontrol emosi Anda. Selain itu, Elle Woods
juga memberi informasi yang menyenangkan kepada kita di Legally Blonde,
bahwa olahraga memberi kita endorfin. Endorfin berfungsi sebagai
neurotransmitter (penetral) yang dapat membantu kita untuk menjadi lebih
tenang.
6. Curhat dengan orang yang tepat
Sehubungan dengan tip sebelumnya, Anda mungkin ingin mencari tempat
curhat yang nyaman di mana Anda dapat mengeluarkan semua kemarahan Anda.
Datanglah pada seorang teman yang Anda percaya atau anggota keluarga
Anda yang lain dan curahkan segala perasaan Anda kepadanya. Atau
ambillah buku harian, dan mulai untuk melampiaskan kemarahan Anda di
sana. Tentu hal tersebut akan sangat membantu Anda mencurahkan segala
unek-unek.
7. Tetap tenang dengan menjaga kesegaran tubuh
Jangan biarkan dampak musim panas berdampak pula pada suasana hati Anda.
Panas dan kelembaban, selain membawa masalah seperti kulit terbakar dan
biang keringat, juga dapat menyebabkan gatal/iritasi yang menyebabkan
mood semakin buruk. Solusinya adalah, tetaplah menjaga tubuh Anda agar
tetap segar. Mandilah di pagi hari dan ketika Anda pulang bekerja di
malam. Melepas dahaga dengan makanan dan minuman yang menyegarkan tentu
sangat membantu Anda untuk fresh.
8. Jangan memperburuk keadaan
Jika Anda marah, pergi keluar dan minum mungkin menjadi salah satu
alternatif bagi sebagian orang. Alkohol bisa menjadi penenang, tetapi
perlu Anda waspadai bahwa alkohol juga dapat menjadi bahan bakar
kemarahan. Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa alkohol dapat merusak
kendali Anda, dan marah adalah sesuatu yang harus benar-benar dikontrol.
Jadi, jangan memperburuk keadaan dengan melampiaskan kemarahan Anda
pada minum-minuman keras.
9. Biarkan kemarahan itu pergi
“Ngambek” adalah suatu hal yang kekanak-kanakan. Semakin Anda menyimpan
rasa marah dan terluka, maka semakin sulit untuk melepaskannya. Perlu
bagi Anda untuk memaafkan, ya, meskipun bukan untuk melupakan.
Maafkanlah kesalahan orang yang menyebabkan Anda sakit hati, walaupun
memaafkan bukan berarti melupakan.
10. Mintalah maaf
"Maaf" adalah sebuah kata yang seringkali diremehkan, terutama apabila
yang bersangkutan tidak merasa salah. Tapi kata maaf akan sangat berarti
ketika Anda sedang memperbaiki hubungan dengan seseorang. Maaf adalah
dialog pembukaan untuk mengatakan "Mari kita memperbaiki diri menjadi
lebih baik", dan maaf merupakan langkah pertama untuk membiasakan diri
Anda menerima pendapat orang lain tanpa harus emosi . Selalu katakan
bahwa Anda menyesal telah menyakiti seseorang - bersungguh-sungguhlah
ketika mengutarakan penyesalan itu. Anda tentu tidak ingin membangun
kembali hubungan dengan kebohongan, oleh karena itu permintaan maaf Anda
juga jangan omong kosong.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar